Segala macam ibadah yang kita lakukan seharusnya mampu membawa dampak positif bagi kehidupan kita sehari-hari. Salah satu kunci untuk mampu meraih manisnya buah dari amal ibadah yang dilakukan adalah dengan cara istiqomah
Saya masih ingat Sekitar tahun 2016/2017, saya disowankan keluarga bertujuan untuk pulang (boyong) dari mondok dipesantren Fathul Ulum Kwagean, waktu itu yang menjadi juru bicara keluarga adalah kakak ipar, singkat cerita ditengah perbincangan dan menikamti hidangan yang ada kaka saya menajukan pertnyaan. Minta maaf Romo Kyai Hannan minta Muidzoh untuk adik saya (Nyuwun sewu Romo Kyai Hanna, nyuwun mauidzoh kagem adik klo). Kemudian Romo Kyai Hannan diam sejenak, pak diusahakan dimanapun tempat tinggalnya bisa istiqomah insyaAllah sukses (pak diusahakne wonten pundi mawon manggenipun saget istiqomah, insyaAllah dados.
Dari pribadi saya ketahui Romo Kyai Hannan Maksum kwagean mashur dengan keistiqomahanya dan ketawdu’anya. Jadi tidak heran jika dibaratkan pohon mempunyai banyak buahnya.
Dalam Al Qur’an Surat Hud ayat 112:
|
فَٱسۡتَقِمۡ كَمَآ أُمِرۡتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطۡغَوۡاْۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعۡمَلُونَ بَصِيرٞ |
Artinya: Maka tetaplah kamu pada jalan yang benar, sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah taubat beserta kamu dan janganlah kamu melampaui batas. Sesungguhnya Dia maha melihat apa yang kamu kerjakan.
Hadist Nabi Muhammad SAW:
|
عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : سُئِلَ النَّبِيُّ صلم أَيُّ الأَعْمَالِ أَحَبُّ إِلىَ اللهِ قَالَ أَدْوَمُهَا وَإِنْ قَلَّ وَقَالَ اكْلَفُوْا مِنَ الأَعْمَالِ مَا تُطِيْقُوْنَ. رواه البخارى |
Artinya :” Dari Aisyah r.a. berkata : Nabi pernah ditanya :”Manakah amal yang paling dicintai Allah? Beliau bersabda :”Yang dilakukan secara terus menerus meskipun sedikit”. Beliau bersabda lagi :”Dan lakukanlah amal-amal itu, sekadar kalian sanggup melakukannya.” (HR. Bukhari)
Kita juga sering mendengar bahwa istiqomah itu lebih utama dari seribu karomah, untuk itu walaupun amal ibadahnya sedikit tapi mampu dilakukan secara istiqomah dengan terus menerus, maka akan dapat lebih dirasakan manisnya dari pada amal banyak tapi tidak istiqomah,
(Istiqomah iku koyo nandur wit, soyo suwi soyo gedi tur khasilne woh) istiqomah itu seperti kita menanam pohon lama kelamaan akan besar dan menghasilkan buah “ Romo Kyai Hannan Maksum Kwagean
Inilah yang harus terus dilakukan oleh seseorang dalam beribadah. Ketika keistiqomahan mampu dilakukan serta didasari dengan niatan tulus dan ikhlas maka kesemangatan dalam beribadahpun akan terus tertanam dalam jiwa. Ini akan terasa ringan dalam melakukannya. Ibadah tidak akan menjadi beban namun sebaliknya akan menjadi sebuah kebutuhan.
Wallahu ‘alam bisshowab
(Muhammad Mundzir)