Puasa menurut bahasa adalah menahan sedangkan menurut menurut syara’ adalah menahan diri dari segala yang membatalkan puasa dengan syarat-syarat tertentu (fathul mu’in).

Keutamaan puasa sebelum Idul Adha ini memang istimewa, selain memperoleh balasan berupa pahala namun juga Allah juga akan memberikan keberkahan dan kemuliaan kepada orang yang menjalaninya, Hadist Nabi Muhammad SAW.

صوم يوم عرفة يكفر سنتين ماضية ومستقبلة وصوم يوم عاشوراء يكفر سنة ماضية

Artinya : “Puasa hari Arafah dapat menghapuskan dosa dua tahun yang telah lepas dan akan datang, dan puasa Asyura (tanggal 10 Muharram) menghapuskan dosa setahun yang lepas” (HR Muslim)

Seperti yang kita fahami bahwa niat puasa dianjurkan untuk dilafalkan pada malam hari dan tetap sah niatnya sampai matahari zawal, dan tetap sah walupun tanpa ta’yin (fathul muin)

Adapun niat puasa sunnah tarwiyah dan a’rofah adalah:

نويت صوم تروية سنة لله تعالى

“ Saya niat puasa Tarwiyah, sunnah karena Allah ta’ala.”

نويت صوم عرفة سنة لله تعالى

“ Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta’ala.”

Puasa sunnah yang dilakukan pada tanggal 8 dzulhijjah disebut tarwiyah dan tanggal 9 disebut puasa arafah, puasa ini sangat dianjurkan bagi orang yang tidak melaksanakn ibadah Haji, hal ini bertujuan untuk turut merasakan nikmat yang sedang dirasakan oleh para jamaah haji di  tanah suci.

Akan tetapi dengan masih adanya pandemic virus corona ini kegiatan haji pada tahun kemarin dan tahun ini idak bisa dilaksanakan, semoga Allah segera mengangkat bala’ ini dan kita semua diberi kesehatan dzohir dan batin amin.

Selamat melaksanakan ibadah puasa sunnah tarwiyah dan arofah

Muhammad Mundzir

By azhar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *